5 Kain tradisional khas Indonesia tembus fashion dunia, keren abis

Cocok untuk kegiatan resmi maupun santai.

foto: rio photography

Semua lini yang ada di Indonesia adalah wujud kekayaan yang dimiliki negeri ini. Kuliner, musik, hingga fashion asli Indonesia kini diakui di berbagai pentas dunia. Anak muda Indonesia pun kini tidak malu lagi untuk menggunakan pakaian khas daerah di berbagai kegiatan resmi maupun santai.

Setiap daerah di Indonesia, mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara, hingga Papua mempunyai pakaian khasnya sendiri. Ciri daerah tidak hanya terlihat dari corak yang digambarkan, namun juga dari bagaimana mereka membuatnya.

Sejumlah kain dihasilkan dengan cara tenun, yaitu teknik sederhana yang menggabungkan benang secara memanjang dan melintang. Bahan yang digunakan bisa dari serat kayu, kapas, hingga sutra. Pakaian yang diwariskan secara turun temurun itu kini mudah dijumpai di sejumlah acara fashion kelas dunia. Berikut lima kain tradisional yang sudah tembus fashion kelas dunia.

1. Batik.
Batik Kudus yang dikresi dengan busana modern (Foto: Instagram @balijava.dw)
Kain bergambar berbagai corak ini tidak hanya mudah didapat di Pulau Jawa, namun juga berbagai daerah lain. Masing-masing daerah mempunyai corak yang berbeda. Di Pulau Jawa aja ada Batik Pekalongan, Batik Garutan, Batik Solo, dan lainnya. Begitu juga di daerah lain ada Batik Madura, Batik Bali, Batik Jambi dan lainnya, tentu dengan ciri khas setiap daerah. Batik sudah banyak ditampilkan di berbagai fashion week di berbagai negara. Di antara desainer yang mengenalkan batik ke dunia internasional adalah Denny Wirawan. Dia misalnya memperkenalkan Batik dalam ajang New York Fashion Week 2016.

2. Songket.
Foto: Youtube
Songket merupakan kain yang dihasilkan degan teknis tenun dan menggunakan mesin tradisional. Kain ini mempunyai corak rumit benang emas atau perak. Perkataan songket bermaksud membawa keluar atau menarik benang daripada kain atau menenun menggunakan benang emas dan perak. Songket Silungkang asal Silungkang, Sawahlunto, Sumatra Barat, misalnya pernah dibawa Shafira Corporation ke Couture Fashion Week di New York pada 2015. Designer lain yang pernah bawa songket ke kancah internasional adalah Dian Pelangi.

3. Ulos.
Foto: batak-network.blogspot.com
Ulos secara turun temurun dilestarikan dan dikembangkan masyarakat Batak, Sumatera Utara. Kain ini juga dihasilkan dengan alat tenun bukan mesin. Merah, hitam, dan putih mendominasi kain ulos disambung benang emas atau perak. Kini, ulos juga banyak dilirik desainer untuk dijadikan sebuah karya seni indah dan ditampilkan di banyak acara fashion bergengsi. Di antara orang yang memperkenalkan ulos ke dunia internasional adalah Marthalena Sirait boru Napitupulu, pendiri Martha Ulos. Pada tahun 2005, dia dipercaya pemerintah untuk menjalankan misi budaya Indonesia ke Amerika Serikat dan memperkenalkan budaya Batak, termasuk Ulos di sana.

4. Lurik.
Foto: djursh.blogspot.co.id
Walaupun sama-sama banyak dihasilkan di Pulau Jawa, Lurik masih kalah pamor dibanding batik. Namun dari sisi kekhasan, lurik tampak jelas memperlihatkan jati diri Indonesia. Saat ini tokoh yang sering pakai kain yang didominasi warna cokelat ini adalah mantan presiden BJ Habibie. Lurik juga sudah dilirik sebagian anak muda untuk dipergunakan dalam keseharian, tentunya setelah dimodifikasi dengan tren fashion terkini.

5. Tapis.
Kain tapis yang dikreasikan dengan gaya modern (Foto: Instagram @ivan_gunawan)
Kain asal Lampung ini memperlihatkan ciri khas daerah tersebut. Kain ini ingin menggambarkan keselarasan hidup antara lingkungan dan sang Pencipta Alam Semesta. Kain yang di Lampung biasa dipakai kaum wanita ini berbentuk kain sarung dan terbuat dari tenun benang kapas dengan motif atau hiasan bahan sugi, benang perak atau benang emas dengan sistem sulam.

Nah, terbukti kekayaan Indonesia itu nggak terhingga, kan? Lima kain tradisional di atas bener-bener #BikinKerenIndonesia di mata dunia.
 
Sumber : klik disini

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh enjoynz. Diberdayakan oleh Blogger.